Gus Hanies Resmi Buka Pameran Foto “Rembang di Mata Warga” dan Ngopi Lesehan Bareng Seniman

Foto.Dok Istimewa

REMBANG – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pembukaan pameran foto bertajuk “Rembang di Mata Warga” yang digelar di Gedung Hijau Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Sabtu malam (26/7/2025).

Wakil Bupati Rembang, H. Mochamad Hanies Cholil Barro’—akrab disapa Gus Hanies—secara resmi membuka kegiatan yang dipadukan dengan agenda Ngopi Lesehan Bareng seniman dan warga.

Pameran ini akan berlangsung hingga 2 Agustus 2025, mulai pukul 09.00–21.00 WIB, dengan menampilkan berbagai karya fotografi dari warga Rembang, mulai dari seniman, fotografer muda, pelajar, hingga pegiat sosial. Beragam karya tersebut menangkap wajah Rembang dari sudut pandang yang berbeda-beda, menghadirkan keindahan sekaligus kritik sosial yang membangun.

Ruang Ekspresi dan Dialog Warga

Dalam sambutannya, Gus Hanies menegaskan bahwa pameran ini bukan hanya ajang pamer visual, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat.

“Pameran ini bukan sekadar menampilkan keindahan visual, tetapi menjadi media penyampaian suara, kritik, dan harapan warga terhadap daerah yang kita cintai ini. Mari kita rawat keberanian warga untuk menyuarakan isi hati dan pikirannya. Kita jadikan ini bukan hanya pameran foto, tetapi pameran suara, kejujuran, dan cinta pada Rembang,” ujarnya penuh semangat.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini adalah bukti keterbukaan pemerintah daerah untuk mendengar, merangkul, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan Rembang.

Apresiasi Seniman dan Warga

Salah satu pegiat seni dan budaya Rembang, Ki Dalang Gondrong al-Frustasi, memberikan apresiasi khusus kepada Gus Hanies yang dinilainya sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat.

“Sebagai orang nomor dua di Rembang, Gus Hanies adalah sosok yang ramah dan rendah hati. Beliau mudah menyapa siapa saja dan kedermawanannya sulit ditandingi. Gus Hanies bukan hanya memimpin, tetapi juga merangkul dan mengayomi,” ungkapnya.

Membangun Budaya Saling Mendengar

Kegiatan Ngopi Lesehan Bareng menjadi simbol bahwa dialog tidak selalu harus dilakukan secara formal. Di atas tikar sederhana, ide-ide besar dan harapan warga untuk Rembang yang lebih maju dan manusiawi bisa lahir.

Pameran foto ini diharapkan menjadi momentum awal tumbuhnya budaya saling mendengar antara pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap aspirasi warga bisa diakomodasi untuk kemajuan daerah.


Reporter: Mu’ti Hartono
Editor: B. Melta (AI)

Komentar

Komentar

Mohon maaf, komentar belum tersedia

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Search