Tri Adhianto: Aksi Bela Palestina Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Simbolik

Bekasi Bersama Palestina Jilid 6

KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa solidaritas terhadap Palestina tidak cukup berhenti pada aksi simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang terukur, transparan, dan tepat sasaran.

Pernyataan itu disampaikan Tri saat menghadiri kegiatan kemanusiaan “Bekasi Bersama Palestina Jilid 6” yang digelar di Plaza Patriot Candrabhaga, Minggu (3/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga dan bertepatan dengan momentum Car Free Day di Jalan Ahmad Yani.

“Isu Palestina hari ini sudah menjadi perhatian global, bukan hanya konflik, tetapi krisis kemanusiaan. Karena itu, kepedulian masyarakat harus diarahkan agar benar-benar memberi dampak,” ujar Tri di hadapan peserta aksi.

Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan tersebut, khususnya dalam bentuk donasi sukarela. Namun, ia mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses penyaluran bantuan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi membuka ruang kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan resmi guna memastikan bantuan yang dihimpun masyarakat dapat tersalurkan secara aman, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita ingin setiap rupiah yang dikumpulkan warga Bekasi benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Ini yang sedang kita dorong, solidaritas yang terorganisir,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua MUI Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj, dan menjadi ruang edukasi publik terkait pentingnya peran masyarakat sipil dalam merespons krisis kemanusiaan global.

Di sisi lain, Tri mengaitkan nilai solidaritas tersebut dengan kondisi yang tengah dihadapi Kota Bekasi. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peristiwa terjadi, mulai dari longsor di TPST Bantargebang, kebakaran di Cimuning, puting beliung di Jatiasih, hingga kecelakaan kereta yang menimbulkan korban jiwa.

“Atas nama Pemerintah Kota Bekasi, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ini menjadi pengingat bahwa kepedulian harus dimulai dari sekitar kita, sekaligus diperluas untuk kemanusiaan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Bekasi saat ini tengah memperkuat langkah-langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, antara lain melalui peningkatan sistem mitigasi bencana, penataan lingkungan, serta penguatan keselamatan transportasi publik.

“Kota yang kuat bukan kota yang bebas dari masalah, tetapi kota yang cepat merespons dan bangkit dari setiap ujian,” kata Tri.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap solidaritas masyarakat tidak bersifat sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat kepedulian sosial dan kemanusiaan. (Adv/Nd)

Komentar

Komentar

Mohon maaf, komentar belum tersedia

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Search