Para prajurit TNI tengah melaksanakan tugas sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon (UNIFIL). (Foto: Istimewa)
BOGOR – Jamaah Muslimin (Hizbullah) mendesak Pemerintah RI untuk menuntut pertanggungjawaban Zionis Israel atas tindakan keji mereka yang telah merudal Pos Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dan menewaskan tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.
Jamaah Muslimin dalam pernyataan sikapnya yang dirilis di Bogor, Rabu (1/4) mengecam keras dan mengutuk serangan biadab tentara Zionis Israel yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI dan melukai beberapa prajurit lainnya itu.
Pernyataaan sikap yang ditandatangani Amir Majelis Ukhuwah Pusat Jamaaah Muslimin, H. Syakuri SH juga menegaskan bahwa kebiadaban Zionis Israel untuk ke sekian kalinya itu memperlihatkan bahwa Zionis Israel adalah musuh nyata manusia dan kemanusiaan bagi semua bangsa di dunia.
“Kami mendoakan semoga almarhum Praka Farizal Romadhon, almarhum Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan almarhum Sertu Muhammad Nur Ichwan diampuni segala dosanya serta dimasukkan ke dalam Jannah, dan semoga prajurit lainnya yang terluka segera sembuh serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” kata Amir Majelis Ukhuwah Pusat, H. Syakuri.
Jamaah Muslimin lebih lanjut mendesak PBB dan badan internasional independen lainnya untuk melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan tidak memihak atas terjadinya serangan bar-bar tersebut serta menghukum pihak yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan itu.
Pada bagian lain pernyataannya, Jamaaah Muslimin menuntut Israel untuk segera menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan pasukan penjaga perdamaian serta menghormati kedaulatan Lebanon sebagai bangsa berdaulat dan segera meninggalkan bumi Palestina serta menyerahkan Masjidil Aqsa kepada umat Islam.
Disebutkan, serangan rudal Zionis Israel pada 29 hingga 30 Maret 2026 membawa duka mendalam bagi segenap warga Dunia dan Bangsa Indonesia. Insiden itu terjadi di Indobatt UNP 7-1 Desa Adchit Al-Qusayr Lebanon Selatan saat para prajurit TNI tengah menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian PBB.
Reporter: A.S/Den Editor: Adunk














