KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebanyak 556 bank sampah telah dibangun sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Jumlah tersebut menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai salah satu daerah dengan jumlah bank sampah terbanyak di Indonesia hingga April 2026.
Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Syafri Doni Sirait, mengatakan program tersebut akan terus dikembangkan dengan target satu RW memiliki satu bank sampah. Saat ini, jumlah bank sampah masih 556 unit dari sekitar 3.000 RW yang tersebar di Kabupaten Bekasi.
“Target kami satu RW satu bank sampah. Saat ini baru 556 unit, sehingga masih ada ruang besar untuk terus dikembangkan,” ujar Syafri, kepada awak media, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan program bank sampah tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. DLH juga memberikan edukasi dan pelatihan kepada pengurus RW agar mampu mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah.
Sampah seperti plastik, kertas, kaca hingga minyak jelantah kini dapat dikumpulkan dan dijual kembali. Selain memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Pemkab Bekasi turut menggandeng perusahaan daur ulang untuk menyerap hasil pemilahan sampah dari bank sampah yang ada.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan setiap desa memiliki Bank Sampah Induk sebagai pusat pengelolaan sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Pembangunan Bank Sampah Induk juga diarahkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dunia usaha, dan sektor swasta sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilah sampah dari rumah, Pemkab Bekasi optimistis volume sampah yang dibuang ke TPA Burangkeng dapat terus ditekan.
Sampah bukan lagi sekadar limbah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah bisa menjadi sumber penghasilan sekaligus solusi menjaga lingkungan Kabupaten Bekasi tetap bersih dan berkelanjutan.
(ADV)









