KABUPATEN BEKASI – Sosok dr. Hj. Erni Herdiani, M.H., MARS, Direktur RSUD Cabangbungin Kabupaten Bekasi, kembali mencatatkan prestasi melalui Anugerah ASN Inovatif Kabupaten Bekasi 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan inovasi yang dikembangkan RSUD Cabangbungin dalam mendorong perubahan budaya kerja, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Di bawah kepemimpinan dr. Erni, inovasi tidak ditempatkan sekadar sebagai program tambahan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari proses transformasi organisasi rumah sakit.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah BIMASAKTI (Body, Mind and Soul Activated Leadership and Services). Konsep ini mengintegrasikan aspek kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, dan pelayanan untuk membangun budaya kerja yang sehat, berintegritas, inovatif, serta berorientasi pada pelayanan publik.
Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi. RSUD Cabangbungin mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), Big Data Analytics, dan Decision Support System, sebagai bagian dari upaya menuju tata kelola rumah sakit yang semakin adaptif dan berbasis data.
Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
Bagi dr. Erni, inovasi tidak semestinya berhenti pada penghargaan. Setiap apresiasi justru menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Semangat tersebut tercermin dari berbagai inovasi dan capaian yang ditorehkan RSUD Cabangbungin. Prestasi bahkan tidak hanya datang dari level pimpinan. Sejumlah ASN di lingkungan RSUD Cabangbungin juga mencatatkan capaian dalam ajang inovasi ASN Kabupaten Bekasi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semangat inovasi mulai dibangun sebagai gerakan bersama di lingkungan rumah sakit, bukan semata-mata melekat pada figur direktur.
Membangun Budaya Kerja
Transformasi organisasi rumah sakit tidak hanya berbicara mengenai pembangunan sarana dan pemanfaatan teknologi.
Lebih jauh, transformasi menyangkut bagaimana membangun sumber daya manusia, budaya kerja, kepemimpinan, integritas, serta orientasi pelayanan kepada masyarakat.
Di titik inilah peran pimpinan menjadi penting. Direktur rumah sakit tidak hanya menjalankan fungsi administratif dan manajerial, tetapi juga dituntut mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendorong setiap pegawai untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik.
Dr. Erni menempatkan pendekatan tersebut sebagai bagian dari perjalanan RSUD Cabangbungin menuju organisasi pelayanan publik yang semakin modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dari Inovasi Menuju Pelayanan
Berbagai penghargaan yang diraih RSUD Cabangbungin menjadi catatan positif. Namun, ukuran paling penting dari sebuah inovasi tetap terletak pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Sebab, inovasi pelayanan publik pada akhirnya bukan sekadar tentang teknologi, penghargaan, ataupun predikat.
Inovasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memperbaiki proses pelayanan, meningkatkan efektivitas organisasi, serta membangun kepercayaan publik terhadap rumah sakit milik pemerintah.
Karena itu, perjalanan transformasi RSUD Cabangbungin di bawah kepemimpinan dr. Hj. Erni Herdiani masih memiliki tantangan yang lebih besar: memastikan setiap inovasi benar-benar bermuara pada pelayanan kesehatan yang semakin cepat, efektif, humanis, dan berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Denor
Editor: Adunk









