130 Desa di Rembang Dinilai, Gus Hanies Tekankan Pentingnya Penguatan Ketangguhan Menghadapi Bencana

130 Desa di Rembang

REMBANG – Sebanyak 130 desa di Kabupaten Rembang telah mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) 2026 yang tersebar di 14 kecamatan. Hasil penilaian tersebut menjadi salah satu pijakan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas desa menghadapi berbagai potensi bencana.

Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies), menyampaikan bahwa ketangguhan desa tidak cukup dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Penyerahan Dokumen Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) di Gedung Hijau Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Kamis (6/8/2026).

Gus Hanies mengatakan, pengurangan risiko bencana membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan, mitigasi, serta kesiapsiagaan dapat dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan.

“Pengurangan risiko bencana tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah, pemerintah desa, relawan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Menurut Gus Hanies, PKD memiliki peran strategis untuk memetakan tingkat ancaman bencana, kapasitas penanggulangan, dan kesiapsiagaan setiap desa. Hasil pemetaan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai aspek yang perlu diperkuat sekaligus menjadi dasar penyusunan program mitigasi yang lebih tepat sasaran.

“Penilaian ketangguhan desa harus menjadi pijakan dalam menyusun langkah-langkah mitigasi yang lebih terarah, sehingga desa semakin tangguh dan masyarakat semakin terlindungi,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, memaparkan hasil PKD 2026. Dari 130 desa yang dinilai, sebanyak 61 desa masuk kategori Tingkat Utama, 57 desa Tingkat Madya, dan 12 desa masih berada pada kategori Tingkat Pratama.

Luthfi menjelaskan, desa yang masuk kategori Tingkat Pratama tersebar di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Bulu terdapat Desa Pinggan. Kecamatan Gunem meliputi Desa Demaan dan Suntri. Kecamatan Kragan mencakup Desa Karanglincak, Kebloran, dan Pandangan Wetan.

Selanjutnya, Kecamatan Lasem terdapat Desa Jolotundo dan Karangturi, Kecamatan Pamotan terdapat Desa Tulung, sedangkan Kecamatan Sarang meliputi Desa Bajingmeduro, Gonggang, dan Gunungmulyo.

“Desa-desa yang masih berada pada kategori Tingkat Pratama diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana,” ucap Luthfi.

Ia menambahkan, hasil penilaian tersebut tidak hanya menjadi gambaran mengenai tingkat ketangguhan masing-masing desa, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan penguatan kapasitas. Dengan demikian, intervensi penanggulangan bencana dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah.

Data PKD 2026 selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam merumuskan kebijakan dan program penanggulangan bencana yang lebih efektif. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila bencana terjadi.

Gus Hanies mengajak seluruh unsur masyarakat menjadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari kehidupan di tingkat desa.

“Mari bersama-sama membangun desa yang tangguh, karena kesiapsiagaan hari ini merupakan bentuk perlindungan bagi kehidupan masyarakat pada masa mendatang,” pungkasnya.

Reporter: Mu’ti Hartono I Editor: Adunk

Komentar

Komentar

Mohon maaf, komentar belum tersedia

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Search