BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota bersama Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III Jawa Barat dan Kodim 0507/Bekasi menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Pelajar Bertanya, Polisi Menjawab” di Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (22/9/2026).
Sebanyak 242 Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat SMA dan SMK se-Kota Bekasi hadir untuk berdialog langsung dengan jajaran Kepolisian, TNI, dan unsur pendidikan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan karakter dan kepemimpinan pelajar sekaligus menindaklanjuti program Kapolda Metro Jaya melalui penguatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Sekolah (FKPMS).
FKPMS diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menyerap aspirasi pelajar sekaligus mencegah serta menangani berbagai persoalan remaja melalui pendekatan edukatif.
Kepala KCD Wilayah III Jawa Barat, Dr. Hj. Rina Parlina, menekankan pentingnya menanamkan lima nilai utama Gapura Panca Waluya, yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil/cakap), sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
“Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat lahir dan batin, memiliki kebaikan hati, memegang nilai yang benar, berpengetahuan, serta cakap menghadapi perubahan. Lima nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan,” tegas Rina.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor juga memberikan ruang kepada pelajar untuk memperoleh wawasan kebangsaan sekaligus membangun kesiapan mental dalam menghadapi dinamika sosial.
Sesi dialog berlangsung interaktif. Para ketua OSIS menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai pengembangan potensi diri, tantangan masa remaja hingga pentingnya ruang yang aman dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.
Dandim 0507/Bekasi, Kolonel Inf Supri Siswanto, mengingatkan para pimpinan organisasi siswa tersebut agar tidak mudah menyerah dan terus menghargai setiap proses pembelajaran.
“Keberhasilan tidak selalu dimulai dari pencapaian besar. Kemauan untuk terus memperbaiki diri dan menghargai proses menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan,” ujar Supri.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengapresiasi keberanian para pelajar dalam berdialog dan mendorong mereka tetap kritis dengan mengedepankan fakta serta etika.
“Teruslah berani bersuara, ajukan pertanyaan yang tajam, dan sampaikan pandangan dengan fakta serta cara yang santun. Suara pelajar penting karena pengalaman mereka memberikan sudut pandang yang dibutuhkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang semakin baik,” pungkas Putu Kholis.
Melalui penguatan FKPMS, komunikasi antara kepolisian, sekolah, pelajar, keluarga dan unsur terkait diharapkan semakin aktif sehingga pencegahan berbagai persoalan pelajar dapat dilakukan lebih dini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan berkarakter.
Reporter: Vanaya
Editor: Adunk








