PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, 222 Teknisi PDKB Bekerja Tanpa Padam

Rekor MURI

KUNINGAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) metode Sentuh Langsung secara serentak oleh 222 teknisi, Rabu (24/9/2026).

Sebanyak 222 teknisi yang tergabung dalam 30 tim PDKB melakukan pemeliharaan jaringan tegangan menengah secara serentak di 304 titik wilayah ULP Cilimus dan ULP Kuningan, PLN UP3 Cirebon.

Pekerjaan dilakukan pada jaringan yang tetap bertegangan sehingga pemeliharaan dapat berlangsung tanpa menghentikan pasokan listrik pada jaringan yang ditangani.

Atas pelaksanaan tersebut, MURI memberikan piagam untuk kategori “Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Metode Sentuh Langsung secara Serentak oleh Teknisi Terbanyak.”

Kegiatan ini merupakan kolaborasi personel PLN UID Jawa Barat, UID Jawa Tengah, dan UID Yogyakarta.

Senior Manager MURI, Triyono, mengatakan pelaksanaan PDKB Sentuh Langsung dengan melibatkan 222 teknisi secara serentak memenuhi kriteria pencatatan rekor MURI.

“MURI mencatat pelaksanaan PDKB metode Sentuh Langsung secara serentak oleh 222 teknisi ini sebagai pencapaian yang belum pernah tercatat sebelumnya. Pekerjaan ini tidak hanya melibatkan jumlah teknisi yang besar, tetapi juga membutuhkan kompetensi khusus, koordinasi yang kuat, serta penerapan prosedur keselamatan dalam pekerjaan berisiko tinggi,” ujar Triyono.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengapresiasi seluruh personel dan unit yang terlibat. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kerja kolektif dalam menjaga keandalan kelistrikan.

“Kami mengapresiasi seluruh teknisi PDKB dan tim yang terlibat, termasuk dukungan dari PLN UID Jawa Tengah dan PLN UID Yogyakarta. Penghargaan MURI ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” kata Joharifin.

Menurutnya, manfaat bagi pelanggan tetap menjadi hal utama dari pelaksanaan PDKB.

“Yang paling penting, pencapaian ini harus memberikan manfaat nyata bagi pelanggan dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan selama satu hari tersebut, 30 tim menyelesaikan pekerjaan di 304 titik jaringan. Pekerjaan meliputi pemasangan Lightning Arrester Jaring dan Protective Sleeve, pemeliharaan FCO Jaring, penggantian Lightning Arrester, penanganan konduktor terurai, hingga pemeliharaan Jumper Atas.

Metode PDKB Sentuh Langsung memungkinkan teknisi melakukan pemeliharaan ketika jaringan tetap bertegangan. Dengan demikian, pekerjaan pada jaringan dapat dilakukan dengan tetap menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan pada jaringan yang ditangani.

Joharifin mengatakan metode tersebut semakin penting karena listrik menjadi bagian dari berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik hingga kegiatan usaha.

“Di sinilah nilai utama PDKB. Jaringan dapat tetap kami pelihara dan potensi gangguan dimitigasi, sementara pelanggan tetap menikmati pasokan listrik untuk menjalankan aktivitasnya. Semua dilakukan oleh personel dengan kompetensi khusus, prosedur kerja yang ketat, serta keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Ia menegaskan pencatatan rekor MURI bukan menjadi tujuan akhir, melainkan momentum untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan kelistrikan.

“Rekor ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi bukan tujuan akhir. Semangat yang kami bawa setelah pencapaian ini adalah bagaimana kompetensi dan kolaborasi yang sama terus diterjemahkan menjadi keandalan listrik dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” pungkas Joharifin.

(Red)

Komentar

Komentar

Mohon maaf, komentar belum tersedia

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Search