KABUPATEN BOGOR – Kecamatan Dramaga resmi menjadi bagian dari gerakan besar penanaman pohon serentak tingkat Kabupaten Bogor. Tak sekadar seremoni, langkah ini digadang-gadang menjadi awal lahirnya ikon hutan kota pertama di wilayah Dramaga.
Launching dilakukan di lahan cadangan makam seluas 1,4 hektare di Kampung Mekarsari, Desa Neglasari. Sekitar 1 hektare lahan dinyatakan siap tanam dan langsung disulap menjadi kawasan penghijauan yang ditargetkan menjadi ruang hijau strategis sekaligus pusat resapan air.
Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni tanam-menanam.
“Bukan cuma nanam, tapi harus dipastikan tumbuh, terawat, dan benar-benar memberi manfaat untuk masyarakat,” tegasnya, Kamis (5/2/2026).
Sebanyak kurang lebih 800 pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenisnya beragam, mulai dari sengon dan akasia sebagai tanaman cepat tumbuh, hingga matoa, gandaria, dan kelapa yang memiliki nilai ekologis sekaligus produktif.
Bibit berasal dari berbagai unsur, termasuk Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Pramuka, Dinas Pertanian dan Hortikultura, serta PSDA. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi sinyal kuat bahwa program penghijauan tak lagi berdiri sendiri, melainkan bagian dari gerakan kolektif.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, memastikan pihaknya tidak akan lepas tangan. Evaluasi rutin dijadwalkan hingga Juni 2026. Pohon yang tidak tumbuh akan diganti.
Menurutnya, keberadaan hutan kota memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan sumber air. “Ini penting untuk menjaga resapan air dan meningkatkan debit air tanah di wilayah Dramaga,” ujarnya.
Ke depan, pengelolaan kawasan ini akan dilakukan secara kolaboratif bersama Pramuka, pemerintah desa, Forkopimcam, dan masyarakat. Bahkan, penggarap lahan tetap diperbolehkan bertani dengan sistem tumpang sari, selama turut menjaga tanaman yang telah ditanam.
Jika konsisten dijaga, kawasan ini berpotensi menjadi model pengelolaan ruang hijau berkelanjutan di Kabupaten Bogor, bukan sekadar proyek tanam pohon, tetapi investasi ekologis jangka panjang.
Reporter: Masnun
Editor: Adunk














