Ketua Umum MAKIN Kota Bogor: Imlek Momentum Refleksi dan Pembaruan Diri Umat Khonghucu

Ketum MAKIN

BOGOR – Perayaan Tahun Baru Imlek bagi umat Khonghucu bukan sekadar tradisi budaya, melainkan sebuah ritual ibadah yang sarat makna spiritual.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Bogor, JS. Yulyanto Atmadja, S.Tp, dalam kegiatan ibadah Imlek di Litang Gerbang Kebajikan MAKIN Bogor, pada Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, Imlek merupakan momen pergantian penanggalan yang dimaknai sebagai waktu refleksi diri. Umat diajak mengevaluasi perjalanan hidup di tahun sebelumnya sekaligus menata harapan dan langkah baru di tahun yang akan datang.

“Bagi kami, Imlek adalah momentum untuk merefleksikan diri. Bagaimana perjalanan tahun lalu, dan bagaimana kita mempersiapkan diri agar di tahun yang baru ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih maju, serta membawa harapan-harapan yang baik,” ujarnya.

Rangkaian Ibadah dan Makna Spiritual

Dalam tradisi umat Khonghucu, perayaan Imlek diawali dengan ibadah kebaktian sebagai ungkapan syukur menyambut tahun baru.

Selanjutnya, pada hari kedua hingga hari kedelapan dilaksanakan ibadah Caice atau berpantang.

Ibadah berpantang ini dimaknai sebagai proses pembersihan hati dan pengendalian diri. Secara esensi, praktik tersebut serupa dengan konsep puasa dalam agama lain, yakni melatih kedisiplinan serta menata batin agar lebih bersih dan terkendali.

Memasuki hari kedelapan menjelang hari kesembilan, umat melaksanakan sembahyang besar ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa sebagai puncak rasa syukur dan doa. Doa dipanjatkan agar tahun yang dijalani membawa kebaikan, kemajuan, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Rangkaian perayaan kemudian ditutup pada hari kelima belas, yang dikenal sebagai Cap Go Meh, sebagai penanda berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek.

Harapan untuk Kebersamaan dan Ketahanan Menghadapi Tantangan

Dalam pesannya, Yulyanto berharap semangat Imlek tidak hanya menjadi milik umat Khonghucu, tetapi juga membawa nilai universal bagi seluruh umat beragama.

“Harapannya bukan hanya untuk umat Khonghucu, tetapi untuk semua agama. Kita sama-sama berusaha menjadi lebih baik, lebih maju, dan mampu bertahan menghadapi tantangan hidup, termasuk kondisi ekonomi yang saat ini kita rasakan bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perayaan Imlek di MAKIN Kota Bogor juga diisi dengan persembahyangan, menyanyikan lagu-lagu rohani, serta ditutup dengan tradisi paica, saling bersalaman dan mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek sebagai wujud silaturahmi dan kebersamaan.

Aktif dalam Kerukunan Antarumat Beragama

Sebagai organisasi keagamaan, MAKIN Kota Bogor juga aktif dalam kegiatan lintas agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk komitmen umat Khonghucu dalam menjaga toleransi dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

Dengan semangat Tahun Baru Imlek, umat Khonghucu di Kota Bogor diharapkan terus menebarkan nilai kebajikan, memperkuat refleksi diri, serta membangun kebersamaan demi kehidupan yang lebih harmonis dan sejahtera.

Reporter: Masnun
Editor: Adunk

Komentar

Komentar

Mohon maaf, komentar belum tersedia

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

1000008552
Ketua Umum MAKIN Kota Bogor: Imlek Momentum Refleksi dan Pembaruan Diri Umat Khonghucu 6
1000008555
Ketua Umum MAKIN Kota Bogor: Imlek Momentum Refleksi dan Pembaruan Diri Umat Khonghucu 7
1000008554
Ketua Umum MAKIN Kota Bogor: Imlek Momentum Refleksi dan Pembaruan Diri Umat Khonghucu 8
1000008557 1
Ketua Umum MAKIN Kota Bogor: Imlek Momentum Refleksi dan Pembaruan Diri Umat Khonghucu 9
1000008556
Ketua Umum MAKIN Kota Bogor: Imlek Momentum Refleksi dan Pembaruan Diri Umat Khonghucu 10
Search