REMBANG – Upaya peningkatan literasi masyarakat di Kabupaten Rembang menunjukkan tren positif. Dalam kesempatan tersebut, Plh. Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro’ atau sapaan akrab Gus Hanies menyampaikan hal itu saat membuka diskusi pengelolaan perpustakaan berstandar nasional dan internasional yang digelar di Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang, Rabu (2/4/2026).
Dalam forum tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada pengelolaan perpustakaan semata, tetapi juga mencakup indeks pembangunan literasi masyarakat serta tingkat kegemaran membaca.
“Alhamdulillah, Indeks Literasi Rembang meningkat dari 44,63 pada tahun 2022 menjadi 63,37 pada tahun 2024,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat juga telah mencapai angka 73,35.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator nyata bahwa masyarakat Rembang tengah bergerak menuju kemajuan. “Ini adalah tanda bahwa kesadaran literasi masyarakat semakin tumbuh,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks.
“Kita tidak cukup hanya gemar membaca, tetapi juga harus cerdas memahami serta bijak dalam menyaring informasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transformasi peran perpustakaan.
“Perpustakaan harus naik kelas, bukan hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat pengetahuan, ruang kolaborasi, serta penggerak kreativitas masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik.
“Membangun daerah tidak cukup dengan jalan dan gedung, tetapi juga harus membangun pola pikir masyarakatnya,” tandasnya.
Menutup pernyataannya, ia berharap seluruh upaya yang dilakukan mendapat keberkahan.
“Semoga Allah SWT meridhoi setiap niat baik dan langkah yang kita lakukan,” pungkasnya.
Reporter: Mu’ti Hartono I Editor: Adunk














