MIRIS! Monumen Kali Bekasi Terkesan Kumuh, Warisan Sejarah Jadi Sorotan

Monumen Kali Bekasi

KOTA BEKASI — Di tengah geliat pembangunan Kota Bekasi, sebuah jejak sejarah justru menyisakan pemandangan yang kontras. Monumen Kali Bekasi yang berdiri di kawasan Jalan Ir. H. Juanda kini menjadi sorotan lantaran kondisi lingkungan dan sejumlah fasilitas pendukungnya dinilai membutuhkan perhatian serius.

Monumen semestinya bukan sekadar bangunan yang berdiri sebagai penanda masa lalu. Ia menjadi ruang ingatan, tempat generasi hari ini mengenal perjalanan daerahnya. Karena itu, ketika kawasan bersejarah terlihat kurang terawat, pertanyaan mengenai kepedulian terhadap warisan sejarah pun tak terhindarkan.

Pantauan di sekitar lokasi menunjukkan sejumlah bagian kawasan membutuhkan pembenahan. Pagar tampak mengalami kerusakan, sementara beberapa bagian atau lempeng disebut warga telah hilang.

Fasilitas pendukung seperti kamar mandi/WC, saung tempat beristirahat hingga area taman juga terlihat membutuhkan perawatan dan penataan lebih lanjut.

Warga: “Kok Tidak Dirawat?”

Kondisi tersebut membuat Ilham, salah seorang warga, menyampaikan kekecewaannya.

“Gimana ya, kok tidak dirawat. Lempeng pada hilang lagi. Ampun deh,” ujar Ilham saat ditemui di sekitar lokasi.

Keluhan itu menjadi catatan tersendiri. Sebab, persoalan Monumen Kali Bekasi bukan semata menyangkut estetika kota, tetapi juga bagaimana sebuah peninggalan yang memiliki nilai sejarah diperlakukan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Keberadaan lapak pedagang kaki lima di sekitar kawasan juga turut menjadi perhatian. Bukan keberadaan pedagang kecil yang menjadi persoalan utama, melainkan bagaimana pemerintah menata ruang agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengurangi fungsi, kebersihan, kenyamanan dan nilai kawasan bersejarah.

Jangan Tunggu Rusak Lebih Parah

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari kondisi pagar, fasilitas umum, taman, kebersihan hingga bagian-bagian monumen yang dilaporkan hilang atau mengalami kerusakan.

Jika benar terdapat bagian fasilitas atau lempeng yang hilang, kondisi tersebut juga perlu diinventarisasi dan ditelusuri agar dapat diketahui penyebabnya sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Perawatan rutin dan pengawasan menjadi penting. Jangan sampai pembenahan baru dilakukan ketika kerusakan sudah semakin luas dan membutuhkan biaya lebih besar.

Pemerintah juga perlu memastikan siapa perangkat daerah atau instansi yang memiliki kewenangan langsung dalam pengelolaan dan pemeliharaan kawasan tersebut sehingga tanggung jawab perawatannya menjadi jelas.

Lurah Akan Cek Lokasi

Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Marga Mulya menyatakan akan melakukan pengecekan ke lokasi.

“Kami akan tegur dan cek kembali lokasi tersebut. Ini juga perbatasan antara Marga Mulya dan Marga Jaya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut patut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan dan koordinasi bersama perangkat daerah terkait. Terlebih apabila kewenangan pengelolaan monumen tidak sepenuhnya berada di tingkat kelurahan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan dari perangkat daerah Pemerintah Kota Bekasi yang berwenang mengenai program pemeliharaan, anggaran perawatan maupun rencana penataan kawasan Monumen Kali Bekasi.

Sejarah Jangan Sekadar Jadi Cerita

Kondisi Monumen Kali Bekasi pada akhirnya menjadi potret kecil tentang bagaimana sebuah kota memperlakukan jejak masa lalunya.

Pembangunan kota memang penting. Jalan, gedung, taman dan berbagai fasilitas baru terus dibutuhkan. Namun pembangunan semestinya tidak membuat peninggalan sejarah yang telah ada kehilangan perhatian.

Monumen yang terawat dapat menjadi ruang edukasi, destinasi sejarah sekaligus ruang publik yang membangun identitas daerah. Sebaliknya, ketika fasilitasnya rusak dan lingkungannya tidak tertata, nilai sejarah yang hendak diwariskan berisiko perlahan kehilangan makna.

Karena itu, persoalannya bukan sekadar pagar rusak, taman yang membutuhkan penataan atau fasilitas yang perlu diperbaiki.

Ada pertanyaan yang lebih mendasar: seberapa serius Kota Bekasi menjaga ingatan tentang sejarahnya sendiri?

Masyarakat tentu tidak membutuhkan sejarah hanya untuk dikenang melalui slogan dan seremoni. Jejak sejarah juga perlu dirawat, dijaga dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Sebab kota yang terus bergerak menuju masa depan seharusnya tidak meninggalkan jejak masa lalunya.

Kalau warisan sejarah Bekasi tidak dijaga hari ini, apa yang kelak akan kita ceritakan kepada generasi berikutnya?

Komentar

Komentar

Mohon maaf, komentar belum tersedia

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Search