KABUPATEN BOGOR – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor kembali menegaskan arah pembangunan wilayah: infrastruktur tetap dominan, namun kualitas pendidikan dan kesejahteraan warga kini menjadi fokus utama.
Camat Rancabungur, Dita Aprilia, S.STP, menyampaikan dalam Musrenbang, Kamis (5/2/2026) bahwa sejumlah program prioritas tahun ini dirancang untuk menjawab aspirasi masyarakat yang belum terakomodir pada tahun-tahun sebelumnya.
Di sektor pemberdayaan perempuan dan keluarga, program P2WKSS dari DP3AP2KB dialokasikan untuk Desa Pasir Gaok. Sementara itu, Desa Bantarsari menjadi lokasi program bedah kampung dari DPKPP. Kedua desa tersebut ditargetkan keluar dari kategori kawasan kumuh melalui intervensi terpadu.
Pendidikan Jadi Sorotan Mendesak
Kecamatan Rancabungur secara tegas mengusulkan pembangunan SMP Negeri Rancabungur yang dinilai sangat mendesak, mengingat kebutuhan akses pendidikan tingkat menengah yang terus meningkat.
Selain itu, rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru di sejumlah sekolah juga masuk dalam daftar prioritas.
Langkah ini dinilai penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga menyentuh kualitas sumber daya manusia.
Infrastruktur Strategis Terus Dikebut
Di sektor infrastruktur, kelanjutan pembangunan jalan lingkar Cagak menjadi perhatian utama. Proyek ini dinilai strategis untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Selain itu, pembangunan Kantor Polsek Rancabungur turut diusulkan sebagai bagian dari penguatan pelayanan keamanan. Sementara itu, penyempurnaan pembangunan Gedung Olahraga Masyarakat (GOM) ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Dorong Ekonomi dan Transformasi Digital
Sektor kesehatan dan perekonomian tidak luput dari perhatian. Program peningkatan kapasitas UMKM melalui penyuluhan dan pendampingan terus didorong sebagai upaya memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
Rancabungur juga mendapatkan dukungan program Desa Digital dan Satu Desa Satu Sarjana, yang kini berkembang menjadi Satu Desa Dua Sarjana berkat dukungan Politeknik Digital Boas yang akan bertransformasi menjadi Universitas Boas.
Camat Dita Aprilia menegaskan, pembangunan yang dipacu saat ini tidak boleh berhenti pada beton dan aspal semata.
“Dengan adanya akselerasi pembangunan ini, kami berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, tidak hanya dari sisi infrastruktur tetapi juga kualitas sumber daya manusia,” ujarnya,
Dengan komposisi program lintas sektor tersebut, Rancabungur berupaya menyeimbangkan pembangunan fisik dan pembangunan manusia, sebuah strategi yang diharapkan mampu mengakselerasi transformasi wilayah secara berkelanjutan.
Reporter: Masnun
Editor: Adunk














