TUBAN – SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban menyelenggarakan Pelantikan Calon Taruna-Taruni (CATAR) Angkatan XXXI Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan diawali dengan upacara pelantikan di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama orang tua atau wali Taruna-taruni di aula sekolah. Sebelum acara dimulai, para tamu undangan disuguhi penampilan musik angklung yang dibawakan Taruna-Taruni Kelas X sebagai wujud pelestarian budaya Indonesia. Di sela-sela kegiatan, awak media mewawancarai salah seorang pemain angklung asal Kabupaten Rembang, Rizqi Najih A.
“Saya sangat senang dipercaya menjadi pemain angklung bersama teman-teman. Angklung merupakan warisan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.
Kepala SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Suyanto, S.Pi., M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan di sekolah tersebut tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi keahlian, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter. Menurutnya, seluruh taruna dan taruni wajib mengikuti Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) sebagai fondasi untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, etika, serta nilai-nilai keagamaan.
“Keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi antara sekolah, peserta didik, dan orang tua. Karakter yang kuat menjadi bekal utama sebelum anak-anak menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan,” ucapnya.
Dalam pemaparannya, Suyanto menjelaskan bahwa SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban memiliki empat program keahlian, yakni Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI), Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), dan Teknik Mesin (TM). Pada Fase F atau kelas XI, peserta didik menjalani pembelajaran dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik, disertai Praktik Kerja Lapangan (PKL), Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), serta berbagai uji kompetensi. Memasuki kelas XII, peserta didik dipersiapkan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), uji kompetensi, dan seleksi kerja ke Jepang melalui mitra industri. Selain itu, sekolah memiliki lima kelas Bahasa Jepang sebagai bekal bagi peserta didik yang ingin berkarier di luar negeri.
“Kurikulum kami disusun sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan siap bekerja maupun melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suyanto mengungkapkan bahwa SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban telah dikenal sebagai SMK Penghasil Devisa karena banyak alumninya berhasil bekerja di Jepang maupun melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi vokasi. Seluruh peserta program mendapatkan pembinaan bahasa Jepang, pemeriksaan kesehatan (medical check-up), tes psikologi, hingga pembekalan sebelum diberangkatkan.
“Kami ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi lulusan agar memiliki daya saing global sekaligus mampu mengharumkan nama sekolah, keluarga, dan bangsa,” ungkapnya.
Usai pertemuan di aula, awak media menghampiri salah seorang wali taruna asal Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku terharu dan bangga karena putranya diterima di SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban.
“Ini memang pilihan anak kami sendiri untuk bersekolah di sini. Sebagai orang tua, kami hanya bisa mendukung dan mendoakan semoga ia menjadi anak yang sholih, berbakti kepada orang tua, serta kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Fauzan, M.Pd., perwakilan Dikdasmen Muhammadiyah Tuban, yang mengapresiasi komitmen sekolah dalam mengembangkan pendidikan vokasi berbasis karakter dan kebutuhan industri. Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, Drs. Masrukin, M.A., mengingatkan seluruh taruna agar senantiasa menjaga akhlak, kedisiplinan, dan integritas.
“Menjadi taruna bukan hanya mengenakan seragam, tetapi juga harus mampu menunjukkan akhlak mulia, tanggung jawab, dan semangat mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya.
Pelantikan Calon Taruna-Taruni Angkatan XXXI menjadi langkah awal bagi para peserta didik untuk menempuh pendidikan kemaritiman yang berorientasi pada pembentukan karakter, penguasaan kompetensi, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Melalui kurikulum berbasis praktik, penguatan karakter, serta kemitraan dengan industri nasional dan internasional, SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban berkomitmen mencetak lulusan yang disiplin, profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global.
“Kami berharap seluruh taruna dan taruni belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik almamater, serta menjadi generasi maritim yang membanggakan Indonesia,” pungkas Suyanto.
Reporter: Mu’ti Hartono I Editor: Adunk









