BOGOR – Umat Hindu menggelar kegiatan Green Dharma di Pura Tamansari, Sabtu (7/2/2026) sebagai wujud nyata menjaga keharmonisan alam dan lingkungan. Kegiatan ini bertepatan dengan momentum hari suci Tumpak Uye, yang dalam ajaran Hindu dimaknai sebagai hari pemulihan dan penghormatan terhadap binatang serta tumbuh-tumbuhan.
Green Dharma diisi dua segmen utama: pelepasan burung yang dilaksanakan serentak, serta penanaman 15 ribu pohon di berbagai wilayah. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen umat Hindu dalam menjaga keseimbangan semesta secara berkelanjutan.
Kegiatan ini selaras dengan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden RI. Melalui gerakan ini, umat Hindu berkomitmen agar setiap rumah ibadah, lingkungan sosial, dan sekolah ikut menjaga keindahan alam, termasuk lewat gerakan menanam pohon dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, beserta jajaran. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan Green Dharma sebagai langkah sederhana namun berdampak jangka panjang bagi kelestarian alam.
Green Dharma juga diimplementasikan melalui dua momentum keagamaan utama, yakni Tumpak Uye yang berfokus pada perlindungan satwa, serta Tumpak Bubuh yang dilaksanakan setiap enam bulan sebagai upaya pemulihan tumbuh-tumbuhan. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pelepasan satwa dan penanaman berbagai jenis pohon sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Ida Madi Pidadamanuabah, menegaskan bahwa penanaman pohon, pemeliharaan mata air, serta pelepasan satwa merupakan implementasi konkret ajaran Hindu dalam menjaga keseimbangan alam demi keberlanjutan kehidupan generasi 10, 20, hingga 30 tahun mendatang.
Gerakan Green Dharma diharapkan mampu menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga lingkungan sebagai warisan berharga bagi masa depan bangsa.
Reporter: Masnun | Editor: Adunk














