KABUPATEN BEKASI – Upaya mengubah pola Corporate Social Responsibility (CSR) dari kegiatan perusahaan yang berjalan sendiri-sendiri menjadi bagian dari kolaborasi pembangunan daerah mengantarkan Vina Sari Nalurita meraih Juara Pertama Kategori Jabatan Administrator dalam Anugerah ASN Inovatif Kabupaten Bekasi 2026.
Vina yang menjabat Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kabupaten Bekasi mengusung inovasi Musrenbang CSR dan CSR Awards.
Penghargaan diserahkan langsung Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (17/9/2026).
Di balik penghargaan tersebut terdapat gagasan untuk mempertemukan dua kepentingan: kebutuhan pembangunan daerah dan potensi CSR perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi.
Melalui Musrenbang CSR, program dan kebutuhan pembangunan daerah dipadukan dengan rencana CSR dunia usaha. Skema ini diharapkan membuat kontribusi perusahaan lebih terarah dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.
Vina menjelaskan, gagasan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan pemerintah daerah mencari alternatif pembiayaan pembangunan di tengah penyesuaian kebijakan transfer keuangan pemerintah pusat kepada daerah.
“Melalui Musrenbang CSR ini, kita melihat adanya kebutuhan untuk mengembangkan creative financing atau alternatif pendanaan lainnya, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Kabupaten Bekasi,” kata Vina.
Potensi tersebut dinilai besar mengingat Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah industri utama. Karena itu, kontribusi dunia usaha melalui CSR didorong agar dapat dikolaborasikan dengan prioritas pembangunan daerah.
Dari Gagasan Menuju Hasil Nyata
Transformasi tata kelola CSR Kabupaten Bekasi sebelumnya juga memperoleh pengakuan di tingkat Jawa Barat.
Pada 2026, Kabupaten Bekasi meraih Terbaik I kategori Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Tingkat Lanjutan dalam Forum CSR Jawa Barat 2026. Setahun sebelumnya, Kabupaten Bekasi berada di peringkat II.
Dalam pengembangan Musrenbang CSR, tercatat 59 kegiatan pembangunan disepakati bersama 14 mitra CSR, yang terdiri dari kawasan industri, perusahaan, yayasan, dan perguruan tinggi.
Program tersebut menyentuh sejumlah sektor, di antaranya pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), dan lingkungan.
Bappeda Kabupaten Bekasi juga mengembangkan digitalisasi menu program CSR sehingga perusahaan dapat melihat dan memilih kebutuhan pembangunan berdasarkan lokasi, pilar CSR hingga estimasi biaya.
Jumlah kemitraan pun berkembang. Data Pemkab Bekasi menyebut pada 2024 sekitar 114 perusahaan telah bermitra. Pada 2025 jumlah tersebut bertambah sekitar 15 perusahaan sehingga mencapai sekitar 129 perusahaan.
Bangun Kepercayaan Dunia Usaha
Bagi Vina, penghargaan ASN Inovatif bukan menjadi titik akhir. Inovasi tersebut akan terus dikembangkan dan dievaluasi agar hubungan pemerintah daerah dengan dunia usaha semakin kuat.
“Saya berharap inovasi ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan dapat menginspirasi ASN lainnya untuk sama-sama berbuat baik, berpikir bersama untuk kemajuan Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Salah satu hal yang ingin diperkuat adalah kepercayaan perusahaan terhadap pemerintah daerah dalam membangun kolaborasi.
“Harapannya dengan inovasi ini perusahaan semakin tumbuh kepercayaannya kepada pemerintah untuk kita bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi,” kata Vina.
Ia juga berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat sehingga kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan Kabupaten Bekasi semakin luas dan berkelanjutan.
Penghargaan yang diraih Vina sekaligus menunjukkan bahwa inovasi ASN tidak selalu harus berbentuk teknologi baru. Pembenahan tata kelola, sinkronisasi perencanaan dan pembangunan pola kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha juga dapat menjadi instrumen untuk memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Reporter: Agus Ridwan Editor: Adunk









