REMBANG – Sebanyak 173 siswa SMP Negeri 1 Kragan, Kabupaten Rembang, mengalami gejala mual, muntah, diare, hingga pusing setelah menyantap jatah Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini membuat suasana sekolah mendadak panik karena banyak siswa yang harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Berdasarkan pantauan wartawan Fakta Hukum di lapangan, sejak pagi hingga siang tercatat sebanyak 173 siswa terpaksa dibawa ke Puskesmas Kragan I untuk mendapatkan perawatan medis. Dari jumlah tersebut, 13 siswa masih menjalani rawat inap karena kondisi mereka belum sepenuhnya pulih, sementara sisanya diperbolehkan pulang dengan catatan tetap menjalani rawat jalan di rumah masing-masing.
“Guru-guru juga turut mendampingi dan mengantarkan anak-anak ke puskesmas agar segera tertangani dengan baik,” ucap seorang guru yang ikut mengantar siswa.
Kepala Puskesmas Kragan I, dr. Ahmad Fuadi, menuturkan gejala yang dialami siswa umumnya berupa mual, muntah, hingga diare, yang merupakan indikasi keracunan makanan.
“Makanan dikirim ke sekolah sekitar pukul 10.00, namun baru dikonsumsi sekitar pukul 12.30. Saat ini kami masih menelusuri penyebab pastinya,” terangnya.
Menu MBG berupa mi ayam dengan tambahan sawi hijau, tahu putih, serta irisan buah melon disantap para siswa pada Selasa, 23 September 2025. Namun, keesokan harinya, sejumlah siswa mulai merasakan gejala sakit perut yang mengindikasikan adanya dugaan keracunan makanan.
Salah satu siswa, Safrotunnisa Al Izza, mengaku mengalami pusing, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi jatah MBG tersebut. Hal serupa juga dialami anak dari Ayu Pratiwi, wali murid asal Sudan.
“Anak saya diare berkali-kali hingga tubuhnya lemas, akhirnya harus dirujuk ke puskesmas,” ungkapnya.
Kepala SMPN 1 Kragan, Dahlan Slamet, menambahkan bahwa jadwal distribusi MBG kerap tidak menentu.
“Kadang datang jam sebelas, kadang jam dua belas, bahkan setengah satu. Ketidakpastian ini sering mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ujarnya. Ia menegaskan, terdapat 869 siswa di sekolahnya yang tercatat sebagai penerima manfaat MBG.
Situasi ini langsung mendapat perhatian Wakil Bupati Rembang, H. Mochamad Hanies Cholil Barro’, atau Gus Hanies yang turun meninjau lokasi bersama jajaran dinas terkait.
“Kami datang untuk melihat kondisi anak-anak secara langsung. Mereka adalah prioritas utama. Kasus ini tentu akan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang lagi,” tegasnya.
Hingga kini, penyelidikan pihak-pihak terkait masih dilakukan guna memastikan apakah insiden ini benar disebabkan oleh menu MBG atau faktor lain.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, 24 September 2025.
Reporter: Mu’ti Hartono I Editor: A.M.














