BEKASI – Sebanyak 37 sekolah dasar (SD) negeri dan swasta mengikuti Pekan Olahraga Tradisional tingkat Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Stadion Mini Cikarang Selatan tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk mengenal sekaligus melestarikan permainan tradisional.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Para peserta yang didominasi anak-anak tampak antusias mengikuti setiap pertandingan, sementara penonton turut memberikan dukungan kepada para siswa yang berlaga.
Ketua Pelaksana, Hasan Ibrohim, S.Pd., menjelaskan bahwa terdapat lima cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan dalam kegiatan tersebut.
“Yang pertama egrang, yang kedua matiak atau tompah, lalu sumpitan, kemudian dagongan, dan hadang,” ujar Hasan saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Menurut Hasan, seluruh cabang perlombaan terbuka bagi siswa putra maupun putri, termasuk melalui format kelas campuran. Seluruh rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung dalam satu hari, mulai pagi hingga diperkirakan selesai pada sore hari.
Saat wawancara berlangsung, perlombaan baru memasuki cabang sumpitan. Sementara itu, dua cabang lainnya, yakni dagongan dan hadang, masih menunggu giliran untuk dipertandingkan.
Hasan berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Tradisional pada masa mendatang dapat didukung dengan sarana dan prasarana yang lebih memadai. Ia menyoroti ketersediaan perlengkapan lomba egrang yang dinilai masih kurang dalam pelaksanaan tahun ini.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan generasi muda terhadap permainan tradisional yang menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Para siswa yang berhasil meraih prestasi pada masing-masing cabang direncanakan berpeluang melanjutkan ke tingkat berikutnya, dengan mempertimbangkan kemampuan serta ketentuan penyelenggaraan lanjutan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Cikarang Selatan yang diketuai Sandi Mulyana, S.Pd.
Mengusung tema “Lestarikan Permainan Tradisional, Jaya Kebersamaan, Raih Prestasi”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan pendidikan.
Reporter: Vanaya Editor: Adunk









