KOTA BEKASI – Pekerjaan peningkatan Jalan Alinda, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, menuai protes dari warga dan pengguna jalan. Proyek pengecoran yang berlangsung pada Jumat (6/3/2026) itu disebut menimbulkan kekacauan lalu lintas karena dilakukan tanpa sosialisasi yang jelas kepada masyarakat.
Sejumlah pengendara mengaku terkejut ketika melintas di lokasi karena akses jalan utama tersebut ditutup total akibat pengecoran, tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya berupa plang proyek, banner, maupun pengalihan arus lalu lintas.
Akibatnya, banyak pengguna jalan terpaksa memutar arah dan mencari jalur alternatif untuk melanjutkan perjalanan.
Salah satu pengguna jalan berinisial U, warga Alinda 2, mengungkapkan kekecewaannya karena merasa dirugikan dengan kondisi tersebut.
“Saya baru pulang kerja sudah capek, harusnya sudah sampai rumah. Tapi karena jalan sudah dicor dan tidak ada pemberitahuan, saya harus muter lewat Paku,” ujarnya.
Keluhan juga datang dari Mario, ST, Ketua RW 21 Kaliabang Tengah. Ia mengaku tidak mendapatkan informasi sebelumnya terkait jadwal pelaksanaan proyek tersebut.
“Saya merasa kecolongan karena tidak ada pemberitahuan. Banyak warga bertanya ke saya, tapi saya juga tidak tahu kapan pengerjaannya. Tiba-tiba malam ini jalan sudah dicor,” katanya.
Menurutnya, jika proyek tersebut dikerjakan dengan manajemen lalu lintas yang baik, seharusnya pengecoran dapat dilakukan secara bertahap atau setengah badan jalan, sehingga akses masyarakat tidak sepenuhnya terputus.
“Harusnya pengecoran dilakukan setengah-setengah agar lalu lintas tetap bisa berjalan. Warga merasa diabaikan karena tidak ada sosialisasi sebelumnya,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi di lokasi, pihak pelaksana proyek dari PT Bumi Putra Paninggaran tidak berada di tempat sehingga belum dapat memberikan keterangan terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Sejumlah warga berharap Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi dapat meningkatkan pengawasan terhadap proyek infrastruktur, khususnya terkait transparansi informasi kepada masyarakat dan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Warga menilai proyek pembangunan seharusnya memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar.
Reporter: Bambang
Editor: Adunk














