REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang memperkuat sinergi dalam pembinaan keagamaan bagi siswa Sekolah Rakyat di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang. Upaya tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan penguatan spiritual dan karakter siswa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Hal itu ditandai dengan kunjungan Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ bersama Kepala Kemenag Kabupaten Rembang Moh. Mukson, S.Ag., M.Pd.I., Senin (10/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan Pemkab Rembang untuk melihat secara langsung perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan siswa, termasuk dalam aspek pembinaan keagamaan. Dalam kesempatan itu, jajaran Pemkab Rembang dan Kemenag berdialog dengan kepala sekolah, pengelola, serta wali asuh mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan keagamaan bagi para siswa.
Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ mengatakan, kunjungan ke Sekolah Rakyat telah dilakukan beberapa kali sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan program tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil peninjauan, kegiatan keagamaan secara terprogram di lingkungan Sekolah Rakyat memang belum berjalan.
“Ini kunjungan yang kesekian kalinya dari pemerintah daerah untuk melihat situasi dan mekanisme Sekolah Rakyat seperti apa berjalan. Memang belum ada kegiatan keagamaan. Alhamdulillah, para siswa sudah terbiasa mendapatkan pembinaan keagamaan ketika di rumah, di madrasah, TPQ, dan sebagainya. Karena itu, kami hadir bersama pihak yang berkompeten, yakni Kepala Kemenag,” ujar Hanies.
Menurut Hanies, pembinaan keagamaan tetap penting dihadirkan secara terarah sebagai bagian dari pendidikan yang diterima siswa di Sekolah Rakyat. Meskipun para siswa telah memperoleh pendidikan agama dari keluarga maupun lingkungan tempat tinggal, penguatan spiritual di sekolah diperlukan agar pembinaan dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Ia juga menekankan pentingnya peran wali asuh dan pengelola asrama dalam mendampingi perkembangan siswa. Selain menjalankan fungsi pengawasan, wali asuh memiliki peran sebagai orang tua sekaligus pembimbing bagi siswa selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Tugas para wali asuh dan pengelola asrama sangat krusial. Mereka berperan ganda sebagai orang tua sekaligus pembimbing harian anak-anak selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat. Kami berharap dedikasi ini terus terjaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Rembang Moh. Mukson, S.Ag., M.Pd.I., menyatakan pihaknya siap mendukung penuh kebutuhan pembinaan keagamaan di Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui optimalisasi sumber daya manusia Kemenag, khususnya tenaga penyuluh agama di wilayah sekitar.
“Kami mendukung penuh apa yang menjadi kebutuhan Sekolah Rakyat. Insyaallah, nanti akan kami siapkan tenaga SDM kami di jajaran penyuluh untuk memberikan asupan-asupan keagamaan,” terang Mukson.
Sebagai langkah awal, Kemenag Kabupaten Rembang akan mengoptimalkan peran penyuluh agama dari sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Sulang, Gunem, Bulu, dan Rembang. Materi pembinaan akan difokuskan pada Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) serta pemahaman keagamaan dasar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Mukson menjelaskan, langkah tersebut merupakan respons atas laporan bahwa para siswa yang telah berada di Sekolah Rakyat selama lebih dari satu bulan menantikan kegiatan mengaji dan pembinaan keagamaan. Oleh karena itu, Kemenag bersama Pemkab Rembang melakukan peninjauan langsung sekaligus membahas langkah teknis pelaksanaan pembinaan.
“Kami menerima laporan bahwa anak-anak yang telah berada di Sekolah Rakyat selama lebih dari satu bulan menantikan dimulainya kegiatan mengaji serta pembinaan keagamaan. Atas dasar tersebut, kami hadir bersama Wakil Bupati untuk meninjau langsung kondisi di lapangan sekaligus membahas langkah teknis penanganannya,” ujar Mukson.
Sinergi Pemkab Rembang dan Kemenag diharapkan dapat menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif bagi siswa Sekolah Rakyat. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga penguatan karakter dan spiritual sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan, akhlak, serta nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Mu’ti Hartono I Editor: Adunk








