EMPAT LAWANG – Gelombang protes terkait kerusakan infrastruktur kembali mencuat di Kabupaten Empat Lawang. Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat 4 Lawang Peduli Daerah menggelar aksi unjuk rasa di ruas Jalan Lintas Sumatera (Sumsel-Bengkulu), tepatnya di Desa Tanjung Raya, Pendopo Barat, Rabu (18/3/2026).
Aksi ini menjadi simbol mosi tidak percaya terhadap pemerintah atas kondisi jalan penghubung antarprovinsi yang dinilai rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Koordinator aksi, Angga Julian, secara tegas mendesak Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, untuk tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi turun langsung melihat kondisi di lapangan.
“Masyarakat sudah terlalu lama menunggu janji perbaikan. Hingga hari ini, belum ada langkah nyata yang kami rasakan. Jalan ini adalah nadi utama aktivitas warga,” tegas Angga di hadapan massa aksi.
Menurutnya, ruas jalan lintas Sumatera yang melintasi Empat Lawang kini dipenuhi lubang dan sangat membahayakan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Lebih dari sekadar persoalan teknis, Angga menilai kerusakan ini telah berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat. Distribusi hasil bumi terganggu, biaya logistik meningkat, dan daya saing petani menurun.
Senada, aktivis muda Edi W menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perjuangan konstitusional masyarakat.
“Infrastruktur yang layak adalah hak rakyat. Minimnya perhatian pemerintah provinsi menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan yang harus segera diperbaiki,” ujar Edi.
Ia juga menyoroti dampak sistemik akibat kerusakan jalan, mulai dari meningkatnya konsumsi bahan bakar, membengkaknya biaya perawatan kendaraan, hingga terganggunya rantai distribusi hasil pertanian.
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat 4 Lawang berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera mengambil langkah konkret dengan mempercepat perbaikan jalan tersebut. Mereka menegaskan, aksi ini bukan yang terakhir.
“Kami akan terus mengawal hingga alat berat benar-benar diturunkan dan perbaikan direalisasikan,” tandas massa aksi.
Perbaikan infrastruktur ini dinilai krusial, tidak hanya untuk keselamatan pengguna jalan, tetapi juga sebagai kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Reporter: Alian
Editor: Adunk














