REMBANG – Bupati Rembang, H. Harno, S.E., secara resmi membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kodim 0720/Rembang. Program hasil sinergi TNI, Pemerintah Kabupaten Rembang, dan masyarakat ini bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Prosesi pembukaan berlangsung meriah dan disambut antusias warga melalui pertunjukan seni Reog serta gunungan hasil bumi sebagai wujud rasa syukur dan pelestarian kearifan lokal. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Desa Pondokrejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Rabu (15/7/2026).
TMMD Sengkuyung Tahap III akan berlangsung hingga 13 Agustus 2026 dengan sasaran fisik pembangunan jalan rabat beton sepanjang 590 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 16 sentimeter, serta pembangunan gorong-gorong sepanjang 5 meter berdiameter 40 sentimeter.
Program ini juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN), keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), penyuluhan hukum, pencegahan penyalahgunaan narkoba, keluarga berencana (KB), pemberdayaan anak, serta percepatan penanganan stunting. Seluruh kegiatan didukung anggaran sebesar Rp354.260.000, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp204.260.000 dan APBD Kabupaten Rembang sebesar Rp150.000.000.
Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati Harno selaku inspektur upacara. Turut hadir Kasdim 0720/Rembang Mayor Inf. Didik Jati Susanto mewakili Dandim 0720/Rembang, Kasat Samapta Polres Rembang AKP Rohmat, S.H., M.H., mewakili Kapolres Rembang, Kapten Inf. Sabri Sasongko mewakili Danyonif TP 888/SS, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bulu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para kepala desa se-Kecamatan Bulu.
Dalam sambutannya, Bupati Harno menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
“TMMD adalah wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik,” katanya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan modal utama dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Harno mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung sekaligus memelihara hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Mari bersama-sama mendukung dan menjaga hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” imbuhnya.
Ia berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin sehingga mampu mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat budaya gotong royong di Kabupaten Rembang.
Reporter: Mu’ti Hartono I Editor: Adunk









