BOGOR – ARAMI Tour & Travel menggelar grand launching di kantornya di Jalan Kapten Yusuf, Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Peluncuran tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru ARAMI Tour & Travel di bawah kepemimpinan Ramadhani Chandra Utama sebagai Direktur Utama. Menurut pihak perusahaan, aktivitas usaha perjalanan telah dijalankan selama kurang lebih dua tahun sebelum peluncuran tersebut.
Ramadhani mengatakan, pada tahap awal ARAMI akan memfokuskan layanan pada perjalanan ibadah umrah. Pihaknya juga memiliki rencana mengembangkan layanan penyelenggaraan perjalanan ibadah haji sesuai ketentuan dan perizinan yang berlaku.
“Kita main di umrah dulu. Dalam waktu dekat, insya Allah nanti daftar sebagai penyelenggara haji,” ujar Ramadhani.
Utamakan Pelayanan, Bukan Perang Harga
Menurut Ramadhani, ARAMI ingin membangun layanan perjalanan umrah dengan menitikberatkan pada transparansi, kenyamanan, keamanan, dan pengelolaan perjalanan yang terorganisir.
Konsep yang ditawarkan adalah family trip, yakni membangun suasana perjalanan yang lebih dekat dan nyaman bagi jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Kita fokus pada travel yang menitikberatkan pada pelayanan yang transparan, yang bikin nyaman. Family trip, yang membuat semuanya lebih terorganisir,” katanya.
Ia menegaskan perusahaan tidak ingin menjadikan persaingan harga murah sebagai strategi utama. Harga paket, menurut dia, harus tetap mempertimbangkan fasilitas dan kualitas pelayanan yang diterima jamaah.
“Kita nggak mau banting-bantingan harga, karena kita takutnya banting harga berkorelasi dengan fasilitas. Makanya kita fokus bukan pada harga, tapi pada pelayanan. Tentu ada harga, ada fasilitas, tapi kita juga affordable,” ujarnya.
Siapkan Pembimbing Perjalanan Ibadah
Ramadhani mengatakan kualitas pembimbing menjadi salah satu aspek yang ingin diperkuat ARAMI. Perusahaan berupaya melibatkan pembimbing berpengalaman, termasuk mereka yang memiliki latar belakang pendidikan di Makkah dan Madinah.
“Yang salah satunya keunggulan kita adalah pembimbing travel umrah yang memang sudah berpengalaman. Kita mencari alumni-alumni dari Makkah dan Madinah,” katanya.
Selain program umrah reguler, perusahaan berencana menawarkan pengalaman perjalanan dengan mengunjungi sejumlah destinasi yang dinilai belum banyak masuk dalam agenda perjalanan jamaah.
“Yang ingin melakukan family trip umrah, yang ingin mendapatkan pengalaman yang nyaman, transparan, dan tentu tenang. Namanya kalau kita ingin umrah itu kan ingin nyaman, tenang dan aman,” tuturnya.
Kembangkan Madinah Plus dan Pesantren Plus
Tidak berhenti pada perjalanan umrah, ARAMI juga memperkenalkan rencana pengembangan program berbasis pendidikan dan pengalaman keislaman.
Salah satunya Madinah Plus, yang dirancang sebagai program belajar di Madinah bagi pelajar tingkat SMP, SMA hingga mahasiswa.
Selain itu, terdapat rencana Pesantren Plus yang menyasar masyarakat usia prapensiun. Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan belajar dan tinggal di Madinah selama kurang lebih satu bulan.
Ramadhani menggambarkan program itu sebagai kesempatan untuk sejenak mengurangi rutinitas setelah bertahun-tahun disibukkan aktivitas pekerjaan.
“Selama kita kerja sibuk, terlalu mengejar dunia, kita seperti cooling down di sana,” ujarnya.
Bidik Pasar Wisata Halal Global
ARAMI juga merancang Global Halal Trip, yakni perjalanan wisata nonhaji dan nonumrah dengan konsep yang memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim.
Sejumlah negara seperti Jepang, Hong Kong, China, Korea hingga beberapa destinasi di Eropa masuk dalam rencana pengembangan program.
Menurut Ramadhani, salah satu tantangan wisatawan Muslim ketika bepergian ke luar negeri adalah memperoleh makanan halal, fasilitas ibadah, serta kenyamanan selama perjalanan.
Konsep serupa juga direncanakan untuk wisatawan Muslim mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
“Kita juga ingin membangun halal trip untuk orang asing ke Indonesia. Orang muslim asing itu jangan hanya tahu Jakarta, Bogor, Bali, Bandung. Indonesia punya Aceh, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan tempat-tempat lainnya,” katanya.
Melalui program tersebut, perusahaan berharap dapat ikut memperkenalkan potensi wisata halal dan religi di berbagai daerah Indonesia kepada pasar internasional.
Ajak Generasi Muda Persiapkan Umrah
Ramadhani berharap semakin banyak masyarakat Muslim mempersiapkan perjalanan umrah sejak dini. Menurutnya, pertumbuhan jumlah jamaah tidak semestinya semata-mata dilihat sebagai persaingan antarpelaku usaha perjalanan.
“Kita nggak mau travel umrah itu saling bersaing. Tentunya kita mendukung umrah ini makin banyak, makin masif, supaya umrah ini nggak menjadi pilihan terakhir, tapi menjadi pilihan wajib,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat, termasuk generasi muda, mulai merencanakan dan menyisihkan kemampuan finansial untuk menjalankan ibadah tersebut.
“Kalau bisa umrah masa muda ya lebih baik,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, ARAMI Tour & Travel menyatakan akan mengembangkan layanan perjalanan yang tidak hanya mencakup umrah, tetapi juga program pendidikan keislaman dan wisata halal.
Informasi mengenai program, legalitas, jadwal keberangkatan, biaya serta fasilitas perjalanan dapat dikonfirmasi langsung kepada ARAMI Tour & Travel melalui kanal resmi perusahaan.
Reporter: Masnun | Editor: Adunk








