REMBANG – Bupati Rembang, H. Harno, S.E., menegaskan pentingnya kualitas dan transparansi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat memimpin rapat koordinasi bersama seluruh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) se-Kabupaten Rembang dan instansi terkait di Rumah Dinas Bupati Rembang, Senin (2/3/2026). Rapat tersebut digelar sebagai langkah evaluasi menyusul temuan makanan tidak layak konsumsi serta dinamika harga bahan pokok di pasaran.
Dalam arahannya, Harno menekankan agar tidak ada lagi makanan basi atau berjamur yang diterima peserta didik. Ia juga menjelaskan bahwa porsi besar bernilai Rp10.000 dan porsi kecil Rp8.000 harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk makanan sesuai standar.
“Kalau memang harga pasaran naik, ya kita tulis naik. Jadi harus sesuai dengan harga pasaran saat ini,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar terdapat kesesuaian antara anggaran dan realisasi serta mengkaji matang kebijakan penyeragaman menu guna menghindari kendala distribusi dan ketersediaan bahan.
Di samping itu, dalam rapat koordinasi tersebut Wakil Bupati Rembang, H. M. Hanies Cholil Barro’ atau Gus Hanies, selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang, menyampaikan penegasan kepada seluruh pengelola program. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan tugas.
“Pengelola mesti disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas. Laksanakan SOP dengan ketat. Ingat, ada uang rakyat di program ini,” tegasnya.
Ia juga mendorong pelibatan produk pangan lokal seperti sayur, buah, ikan, dan telur dari petani serta nelayan Rembang agar program tersebut turut menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Libatkan produk pangan lokal. Biar program ini sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat kita,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Rembang Komisi IV, Puji Santoso, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang membuka ruang komunikasi dengan para pelaku SPPG. Pemerintah Kabupaten Rembang, lanjut Harno, berkomitmen menjaga mutu, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan MBG demi memastikan peserta didik menerima makanan bergizi yang layak dan aman.
“Tujuan utama kita adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan memastikan program ini berjalan sesuai aturan,” pungkasnya.
Reporter: Mu’ti Hartono I Editor: Adunk














