REMBANG – Resepsi pernikahan Lisin dan Fika di Lapangan Desa Babak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Rabu (23/9/2026), berlangsung meriah dengan konsep pesta desa rasa kota. Lebih dari 1.000 tamu hadir dalam rangkaian acara yang terbagi dua sesi, yakni akad nikah pukul 10.00 WIB dan resepsi pukul 13.00 WIB. Sejak memasuki lokasi, para tamu disambut gapura megah bertuliskan Welcome to The Special Moment Lisin & Fika – Media Project Decoration.
Sesi akad nikah berlangsung khidmat. Prosesi dipandu Bapak Mirzaki (Penghulu staf KUA Sarang), dinikahkan Gus Iqbal, serta dilanjutkan doa yang dipimpin K.H. Zamroji. Suasana semakin emosional ketika Ayahanda H. Nurhadi Prayitno menyampaikan pesan kepada putrinya dan calon menantunya.
“Bapak nitip Mbak Fika, jaga dia, sayangi dia, bimbing dia menuju surganya Allah Swt. Rumah tangga itu bukan siapa yang menang dan kalah, tetapi siapa yang lebih dulu memaafkan dan mengalah,” tutur H. Nurhadi dengan meneteskan air mata.
Pesan tersebut dijawab Fika dengan linangan air mata di hadapan kedua orang tuanya. Ia memohon ma’af sekaligus meminta do’a dan restu sebelum memasuki kehidupan baru sebagai seorang istri.
“Hari ini, sebelum memulai kehidupan baru, Fika ingin memohon maaf dan meminta izin. Maaf untuk segala khilaf Fika Bapak dan Ibukku. Fika mohon doa dan restu agar bisa menjadi istri yang baik dan tetap menjadi anak yang berbakti,” ucapnya.
Dialog ayah dan anak tersebut membuat suasana lapangan seketika hening dan dipenuhi keharuan.
Memasuki pukul 13.00 WIB, resepsi dimulai dengan konsep yang berbeda dan menjadi perhatian para tamu. Setiap tamu mendapatkan satu bendel berisi sembilan kupon kuliner yang dapat ditukarkan dengan sate, es teh jumbo, buah potong, nasi gandul, es podeng jadul, dessert, soto ayam, bakso, dan seblak. Selain sajian kuliner, keluarga juga menyediakan souvenir berupa gelas, mangkuk, dan dompet makeup.
“Konsepnya kami buat ala kota mas agar tertib dan semua kebagian,” ungkap Nining mewakili keluarga.
Di tengah kemeriahan resepsi, suasana kembali diisi dengan Mauidhoh Hasanah oleh K.H. Sowam Mansyur. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan tiga kunci membangun rumah tangga harmonis melalui konsep 3S, yakni Saling menghormati dan menyayangi, Saling jujur dan terbuka, serta Saling memahami dan menguatkan.
“Jangan hanya menuntut untuk dipahami, tetapi belajar memahami. Ketika salah satu lemah, yang lain menguatkan,” tuturnya.
Tidak hanya kuliner dan tausiyah, tamu undangan, keluarga besar mempelai putra dan putri juga mendapatkan fasilitas foto yang hasilnya dapat langsung dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Kemeriahan semakin terasa ketika dilakukan pelepasan balon. Dalam momen tersebut, Fika mengungkapkan, “Saya mencintai dengan setulus hati,” yang kemudian dibalas Lisin, “Aku juga sangat mencintai dan menyayangi dengan sepenuh hati.” Pernyataan kedua mempelai itu langsung disambut tepuk tangan meriah para tamu undangan.
Konsep pesta desa rasa kota tersebut mendapat perhatian warga yang hadir. Saat ditemui awak media faktahukum.co.id, seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku takjub melihat kemeriahan resepsi tersebut.
“Sangat mewah, mas. Resepsinya luar biasa, acaranya juga luar biasa. Teng Babak ora ono acara semewah niki, mas,” ungkapnya.
Resepsi Lisin dan Fika pun menjadi perayaan pernikahan yang meninggalkan kesan tersendiri bagi para tamu dan warga Desa Babak.
Reporter: Mu’ti Hartono RR
Editor: Adunk









