Soal Sumbangan Komite, SMAN 4 Bekasi Tegaskan Tak Ada Transaksi

SMAN 4 Kota Bekasi

KOTA BEKASI — SMAN 4 Bekasi memberikan klarifikasi terkait beredarnya dokumen hasil musyawarah penggalangan dana Komite Sekolah yang mencantumkan rencana nominal sumbangan dari orang tua siswa.

Pihak sekolah menegaskan dokumen tersebut belum menjadi keputusan resmi dan rencana penggalangan dana telah dihentikan oleh Kepala SMAN 4 Bekasi.

Klarifikasi disampaikan di lingkungan sekolah, Jumat (11/9/2026), dengan dihadiri Kepala SMAN 4 Bekasi Rusti, perwakilan pengurus Komite Sekolah, serta Humas SMAN 4 Bekasi Udin.

Rusti menjelaskan, dokumen yang beredar merupakan hasil awal musyawarah antara pengurus komite dengan koordinator kelas (korlas) pada tahun pelajaran sebelumnya dan belum menjadi keputusan resmi.

“Dokumen itu sebenarnya baru musyawarah antara pengurus komite dengan korlas di tahun pelajaran lalu, jadi belum resmi. Makanya langsung dihentikan oleh Kepala Sekolah, dan hal ini juga sudah kami sampaikan dalam bentuk klarifikasi ke pihak KCD,” ujar Rusti.

Namun, dokumen yang diperlihatkan kepada redaksi diketahui mencantumkan kop Komite Sekolah dan bertanggal 1 Februari 2026. Pencantuman tanggal tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang dikonfirmasi kepada pihak sekolah, terutama terkait waktu penyusunan dokumen dan penghentian rencana penggalangan dana.

Menanggapi persoalan tersebut, pihak sekolah tetap menegaskan bahwa dokumen itu tidak pernah ditetapkan menjadi program resmi yang dijalankan.

Rusti juga menyatakan tidak terdapat penerimaan dana dari orang tua siswa berdasarkan rencana yang tercantum dalam dokumen tersebut.

“Karena belum resmi dan langsung dihentikan, tidak ada transaksi atau uang yang masuk dari orang tua murid terkait rencana sumbangan tersebut,” jelasnya.

Dengan demikian, pihak sekolah meminta agar keberadaan dokumen tersebut tidak serta-merta dimaknai sebagai bukti telah berlangsungnya pungutan kepada orang tua siswa.

Hingga saat klarifikasi dilakukan, redaksi juga belum memperoleh bukti transaksi yang menunjukkan adanya pembayaran berdasarkan rencana tersebut.

Pihak sekolah turut menyampaikan bahwa siswa dari angkatan yang berkaitan dengan dokumen tersebut saat ini telah lulus. Sebagian di antaranya, menurut keterangan sekolah, telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

SMAN 4 Bekasi berharap persoalan tersebut dapat ditempatkan secara proporsional berdasarkan fakta dan hasil klarifikasi. Sekolah juga menyatakan tetap mendukung keterbukaan informasi sekaligus berharap kegiatan pendidikan dan prestasi siswa tetap mendapat perhatian masyarakat.

Reporter: Vanaya
Editor: Adunk

Komentar

Komentar

Mohon maaf, komentar belum tersedia

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Search