Nanga Bulik – Seorang warga Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, yang akrab disapa Buk Merin, mengaku resah dengan kondisi harga gas Elpiji 3 kilogram yang saat ini dinilai semakin mahal dan sulit diperoleh di pasaran.
Menurut Buk Merin, harga gas bersubsidi tersebut kini mencapai Rp38.000 hingga Rp40.000 per tabung di tingkat pengecer.
Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro yang sehari-hari bergantung pada gas Elpiji 3 kilogram untuk kebutuhan memasak.
Selain harganya yang tinggi, ketersediaan gas juga kerap terbatas sehingga masyarakat harus berkeliling mencari stok yang masih tersedia.
“Sekarang harga gas 3 kg sudah Rp38.000 sampai Rp40.000. Itu pun kadang susah dicari, harus keliling dulu baru dapat,” keluhnya, saat dibincangi media, Senin (8/6/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah warga lainnya yang mengaku kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi dengan harga yang wajar.
Mereka berharap pasokan gas dapat kembali stabil sehingga kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil tidak terganggu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kg agar pasokan tetap tersedia dan harga jual di lapangan tidak memberatkan warga.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan gas bersubsidi benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.
Reporter: Aan
Editor: Adunk









