Lamandau — Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K. bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Lamandau membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan insan pers. Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendorong keterbukaan informasi publik di wilayah hukum Polres Lamandau.
Kegiatan berlangsung melalui coffee morning dan latihan menembak bersama insan pers yang tergabung dalam kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamandau, Jumat (18/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi merupakan salah satu mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.
“Kegiatan ini kita lakukan untuk menjalin silaturahmi, koordinasi, kolaborasi dan komunikasi, sebab awak media merupakan mitra Polres Lamandau,” ujar Eko Yusmiarto.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan media diperlukan agar informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat dapat disampaikan secara tepat kepada publik.
Kapolres juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan insan pers dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lamandau. Sinergi tersebut dinilai tidak hanya diperlukan ketika terjadi persoalan hukum maupun gangguan kamtibmas, tetapi juga dalam membangun pemahaman masyarakat melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif.
“Yang utama, kita berkolaborasi untuk menjaga wilayah hukum kita, Kabupaten Lamandau. Melalui silaturahmi bersama awak media, Polri dan insan pers terus memperkuat sinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.
Kritik dan Saran Jangan Ditutup
Hal yang menarik dalam pertemuan tersebut, Kapolres secara terbuka menyatakan kesediaannya menerima kritik dan saran dari insan pers.
Pernyataan itu menjadi bagian penting dalam membangun hubungan kemitraan yang sehat antara kepolisian dan media. Sebab, fungsi pers tidak hanya memberitakan keberhasilan institusi, tetapi juga memiliki peran kontrol sosial dengan menyampaikan persoalan dan aspirasi masyarakat.
“Kami selalu menerima kritik dan saran dari rekan-rekan insan pers yang merupakan mitra Polres Lamandau, agar citra Polri semakin meningkat,” tutur Kapolres.
Keterbukaan terhadap kritik tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi jajaran kepolisian agar pelayanan kepada masyarakat terus diperbaiki.
Di sisi lain, kemitraan antara polisi dan media tetap membutuhkan batas yang jelas. Hubungan profesional harus dibangun dengan mengedepankan independensi pers, akurasi informasi, serta kepentingan publik.
Melalui coffee morning tersebut, Polres Lamandau berharap komunikasi dengan PWI dan SMSI dapat semakin intensif. Dengan komunikasi yang terbuka, informasi mengenai situasi kamtibmas, pelayanan kepolisian maupun berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat diharapkan dapat disampaikan secara cepat, akurat dan berimbang.
Kegiatan ditutup dengan latihan menembak bersama, yang sekaligus menjadi sarana membangun kedekatan dan kebersamaan antara jajaran Polres Lamandau dengan insan pers.
Hubungan yang solid antara kepolisian dan media diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam komunikasi dan koordinasi yang nyata demi kepentingan masyarakat Kabupaten Lamandau.
Reporter: Aan
Editor: Adunk









