SEMARANG – Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-98 di Auditorium UNISSULA Semarang, Sabtu (20/9/2026). Sebanyak 2.418 wisudawan dan wisudawati dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan meriah.
Ribuan lulusan tersebut berasal dari jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor dari berbagai fakultas di lingkungan UNISSULA. Rektor UNISSULA, Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa para wisudawan tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga terdapat wisudawan internasional dari Timor Leste dan Malaysia. Kehadiran mereka mencerminkan jangkauan pendidikan UNISSULA yang semakin luas di tingkat internasional.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ali Mustofa, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Himne UNISSULA. Selanjutnya, Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-98 dibuka oleh Ketua Senat UNISSULA, Prof. Dr. Anis Masturhatun, S.H., M.H. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari khas Jawa Tengah yang mencerminkan kerukunan, kebersamaan, dan kekayaan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Rektor UNISSULA Prof. Dr. Gunarto menyampaikan bahwa capaian para lulusan seiring dengan prestasi institusi. Berdasarkan pemeringkatan yang disampaikan, UNISSULA menempati peringkat 401 dunia versi Webometrics dan peringkat ke-4 nasional kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) versi Applied Higher Education. Di tingkat regional, UNISSULA diakui sebagai PTS nomor 1 di Jawa Tengah.
Memasuki acara inti, pengukuhan 2.418 wisudawan dan wisudawati dilakukan langsung oleh Rektor. Dalam sambutannya, Prof. Gunarto menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari kerja keras mahasiswa serta doa dan dukungan orang tua.
Dengan nada penuh penghormatan, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para orang tua wisudawan yang telah menjadi bagian penting di balik keberhasilan anak-anak mereka. Ia mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan tidak pernah lepas dari pengorbanan orang tua, sejak mengandung, melahirkan, mendidik, membimbing, hingga membiayai pendidikan dengan penuh kasih sayang.
“Yang sangat saya muliakan, saya banggakan, Bapak, Ibu, orang tua wisudawan wisudawati yang hari ini menyaksikan anak-anaknya. Terima kasih kepada orang tua yang telah mengandung dengan susah payah, melahirkan dengan penuh pengorbanan, serta mendidik, membimbing, dan membiayai pendidikan tinggi anak-anaknya,” tutur Prof. Gunarto.
Suasana Auditorium UNISSULA seketika haru. Pesan Rektor tentang panjangnya perjuangan orang tua membuat sejumlah tamu undangan terhanyut dalam suasana emosional.
“Hari ini, Allah telah mengabulkan doa orang tua, anak-anaknya diwisuda. Bagi yang orang tuanya sudah dipanggil Allah, insyaallah mereka tersenyum di alam kubur melihat capaian ini,” ujar Prof. Gunarto.
Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal bagi lulusan untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat. Oleh karena itu, lulusan UNISSULA diharapkan mampu membawa kompetensi akademik sekaligus nilai keislaman, integritas, dan akhlak mulia.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Gunarto menekankan tiga kunci sukses sebagai bekal lulusan dalam meraih keberhasilan dunia dan akhirat. Pertama, birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Kedua, berbuat baik yang dilandasi keimanan kepada Allah Swt. Ketiga, bersedekah karena Alloh SWT. menjanjikan balasan berlipat ganda bagi orang yang bersedekah.
“2.418 wisudawan dan wisudawati hari ini resmi menjadi duta UNISSULA. Jaga nama baik almamater, amalkan ilmu dengan akhlak mulia, dan jadilah generasi khaira ummah yang unggul serta berdaya saing global,” pungkasnya.
Sebagai World Class Islamic University dan Kampus Birrul Walidain, UNISSULA terus mendorong lulusannya agar tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu membangun profesionalisme, memperkuat kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Reporter: Mu’ti Hartono RR
Editor: Adunk









