REMBANG – Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah 2026 kembali menjadi momentum memperkuat karakter, persaudaraan, dan semangat kebersamaan generasi muda.
Dari Kabupaten Rembang, perjalanan ETK menempuh rute sepanjang 26,4 kilometer, dimulai dari Alun-Alun Rembang menuju Lapangan Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, sebelum estafet dilanjutkan ke daerah berikutnya.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Rembang, Gunasih, mengapresiasi antusiasme peserta dan masyarakat yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menunjukkan tingginya semangat dalam menyukseskan tradisi kepramukaan tersebut.
“Kita bisa melaksanakan Estafet Tunas Kelapa yang start dari Rembang hingga Banyumas. Alhamdulillah, antusias masyarakat juga luar biasa. Adik-adik, kakak-kakak, para petugas, pelatih, pembimbing, hingga peserta menunjukkan semangat yang sangat tinggi,” ungkap Gunasih.
Salah satu bagian penting dalam rangkaian ETK adalah prosesi serah terima Tunas Kelapa. Bupati Rembang H. Harno, S.E., menyerahkan Tunas Kelapa kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Lapangan Desa Kuniran, Senin (31/8/2026).
Prosesi tersebut menandai beralihnya tanggung jawab perjalanan Tunas Kelapa dari kontingen Rembang kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pati.
Bupati Harno mengatakan, ETK memiliki makna lebih luas dari sekadar kegiatan seremonial. Perjalanan Tunas Kelapa menjadi simbol persaudaraan antardaerah sekaligus sarana pendidikan karakter yang mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada generasi muda.
“Estafet Tunas Kelapa bukan sekadar membawa simbol tunas kelapa dari satu daerah ke daerah lain, tetapi membawa semangat persaudaraan, kebersamaan, dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan melalui Gerakan Pramuka,” katanya.
Harno berharap semangat yang dibangun melalui ETK tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Anggota Pramuka diharapkan mampu menerapkan nilai kedisiplinan, gotong royong, integritas, dan kecintaan terhadap tanah air dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap adik-adik Pramuka terus menjaga semangat disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air. Semoga Estafet Tunas Kelapa menjadi motivasi untuk melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, serta siap menjadi penerus pembangunan bangsa dan daerah,” pungkasnya.
ETK Kwarda Jawa Tengah 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 9 September 2026 melalui 14 titik pemberangkatan. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung di GOR Satria, Kabupaten Banyumas, pada 10 September 2026.
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, ETK tahun ini menggunakan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” dan slogan “Bergerak Bersama Mewarnai Peradaban Bangsa”.
Tradisi Estafet Tunas Kelapa di Jawa Tengah telah berlangsung sejak 1979. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana Gerakan Pramuka dalam menanamkan nilai kepahlawanan, kedisiplinan, persaudaraan, kebersamaan, serta pengabdian kepada generasi muda.
Reporter: Mu’ti Hartono RR | Editor: Adunk








