Potret Bekasi: Dua Bocah Mengais Rezeki di Perlintasan, Perlindungan Anak Dipertanyakan

Potret Kota Bekasi

KOTA BEKASI — Di tengah geliat Kota Bekasi sebagai salah satu kota metropolitan penyangga Jakarta, sebuah pemandangan memprihatinkan terlihat di sekitar pintu perlintasan kereta api Stasiun Bulan-Bulan, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Dua anak yang masih berusia belia terlihat berada di tengah kepadatan kendaraan dan mendatangi sejumlah pengendara yang berhenti di sekitar perlintasan. Pemandangan tersebut memunculkan keprihatinan sekaligus pertanyaan mengenai keselamatan dan perlindungan terhadap anak-anak yang beraktivitas di ruang jalan.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, salah seorang anak diperkirakan berusia sekitar 3 tahun, sementara anak lainnya sekitar 8 tahun. Anak yang lebih besar terlihat menggendong anak yang lebih kecil saat mendekati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Belum diketahui secara pasti hubungan antara kedua anak tersebut maupun alasan mereka berada di lokasi. Namun, aktivitas anak-anak di tengah lalu lintas dan dekat jalur kereta api menimbulkan risiko keselamatan yang patut menjadi perhatian.

Potret di Tengah Wajah Kota Bekasi

Keberadaan dua anak tersebut menjadi potret sosial yang kontras dengan perkembangan Kota Bekasi. Di balik pembangunan dan aktivitas perkotaan yang terus bergerak, masih terdapat persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara manusiawi.

Anak-anak pada prinsipnya memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang, memperoleh pendidikan, serta mendapatkan perlindungan dari berbagai kondisi yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depannya.

Saat awak media berupaya meminta keterangan kepada seorang perempuan yang disebut bernama Wati di sekitar lokasi, yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan mengenai keberadaan kedua anak tersebut maupun alasan mereka beraktivitas di sana.

Karena belum diperoleh keterangan lebih lanjut, media tidak menyimpulkan adanya unsur eksploitasi ataupun pihak tertentu yang memerintahkan kedua anak tersebut mencari uang.

Seorang pengendara sepeda motor, Erwin, mengaku prihatin ketika melihat kondisi kedua anak tersebut.

“Kasihan ya, Mas. Anak usia segitu sudah berada di jalan untuk mencari makan. Seharusnya mereka mendapatkan perhatian dan perlindungan,” ujar Erwin.

Keselamatan Anak Perlu Menjadi Perhatian

Terlepas dari latar belakang keberadaan mereka, aktivitas anak-anak di sekitar perlintasan kereta api memiliki risiko keselamatan. Selain berhadapan dengan kendaraan yang melintas dan kepadatan lalu lintas, lokasi tersebut berada di sekitar jalur perjalanan kereta api.

Kondisi itu selayaknya menjadi perhatian Pemerintah Kota Bekasi, khususnya perangkat daerah yang menangani persoalan sosial dan perlindungan anak.

Pendataan dan asesmen diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya, termasuk memastikan identitas, keluarga, alasan anak berada di jalan, serta bentuk pendampingan yang mungkin dibutuhkan.

Penanganan juga perlu dilakukan secara persuasif dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, bukan sekadar memindahkan mereka dari lokasi.

Fenomena dua anak yang beraktivitas mencari uang di sekitar perlintasan tersebut pada akhirnya menyisakan pekerjaan rumah bagi semua pihak.

Di tengah wajah Kota Bekasi yang terus berkembang, keberadaan anak-anak dalam situasi rentan tidak seharusnya dipandang sebagai pemandangan biasa. Keselamatan, perlindungan, pendidikan, dan masa depan mereka tetap harus menjadi kepentingan utama.

Reporter: Bambang
Editor: Adunk

Komentar

Komentar

Mohon maaf, komentar belum tersedia

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Search